2 Alasan Mengapa Jerman Gagal Lolos Piala Dunia 2018

Jerman Gagal Lolos Piala Dunia 2018

Jerman gagal lolos piala dunia 2018 ke babak 16 besar setelah dikalahkan oleh Korea Selatan dalam lomba terakhir mereka di Grup F dengan skor 2-0.  Namun apa yang salah dengan Joachim Low dan timnya? Simak berita selengkapnya di bawah ini.

Jerman Gagal Lolos Piala Dunia 2018

Jerman Korea Selatan Buat Gagal Lolos Piala Dunia 2018

Seperti yang dilansir dari situs agen judi bola online sbobet, berikut ini adalah faktor utama mengapa Jerman keluar dari Piala Dunia di babak penyisihan grup dengan kekalahan 2-0 oleh Korea Selatan

Pertanda-pertanda ada di sana dalam kekalahan lomba pembukaan oleh Meksiko dan ada bukti lebih lanjut dari kekurangan Jerman dalam kemenangan terakhir mereka yang tak meyakinkan atas Swedia di lomba kedua. Namun dipukuli oleh regu Korea Selatan yang hampir tanpa skor di lomba terakhir benar-benar menubruk rumah. Ini yakni pertahanan yang menyedihkan dari mahkota mereka.

Regu-regu Eropa membikin budaya ini. Spanyol juga tersingkir di babak penyisihan grup ketika membela trofi empat tahun lalu. Italia selesai di bawah dikala mencoba untuk mengulangi kemenangan 2006 mereka di Afrika Selatan dan Prancis menjalankannya juga pada tahun 2002. Empat regu Eropa terakhir yang masuk ke turnamen sebab para pemenang sekarang sudah keluar di babak penyisihan grup.

Namun apa alasannya? Di sini, kita memperhatikan elemen-elemen kunci dalam kegagalan Jerman …

Tumbuh Tua Bersama

Dikala sebuah regu memenangkan Piala Dunia itu yakni budaya untuk menjaga grup bersama – dan itu termasuk pelatih. Namun seperti halnya Marcello Lippi dari Italia dan Vicente Del Bosque dari Spanyol mengandalkan sekelompok wajah yang diketahui untuk mengirim barang lagi, Joachim Low menemukan dirinya mengandalkan pemain yang tak dapat menciptakan pertunjukan empat tahun sebelumnya.

Thomas Muller mencetak lima gol di masing-masing dari dua Piala Dunia sebelumnya namun tak bisa mengumpulkan banyak upaya kali ini dan dijatuhkan untuk lomba grup terakhir. Mesut Ozil pun tak bertahan lama yang dipecat untuk menang atas Swedia namun kemudian dikembalikan ke starting line up melawan Korea Selatan. Keduanya memperhatikan bayang-bayang dari diri mereka sebelumnya.

Baca juga cara jitu menang judi online

Sami Khedira bernasib tak lebih bagus dan pada 31 tak mempunyai kaki untuk menutupi untuk punggung penuh perampokan seperti dahulu. Toni Kroos tak menempuh daya kerja terbaiknya walaupun pemogokannya mengagetkan melawan Swedia namun Khedira yakni situasi sulit yang lebih besar – seperti Javier Mascherano untuk Argentina – ia tak lagi cakap melaksanakan profesi dekil bersama playmaker regu.

Mats Hummels dan Jerome Boateng dulunya mempunyai perpaduan total antara keunggulan teknis dan atletis, namun kemitraan familiar tak menerima perlindungan yang mereka butuhkan kepada Meksiko. Sementara itu, Manuel Neuer, yang memberikan kesudahan di Kazan dikala direbut untuk gol kedua, pun belum memainkan lomba Bundesliga semenjak September.

tim panzer gagal lolos babak 16 besar

Perubahan yang Gagal

Sekiranya Low sepatutnya menyegarkan hal-hal lebih dari yang ia lakukan, perubahan yang ia lakukan tak tepat sasaran. Banyak yang diinginkan dari pemain muda Timo Werner dan sementara pria RB Leipzig menyuntikkan kecepatan di zona depan ia yakni macam pemain yang benar-benar berbeda dengan Mario Gomez. Ini memerlukan perubahan dalam pendekatan namun Jerman tak dapat membuatnya berprofesi.

Alternatif lain disampingkan. Leroy Sane pun tak membikin skuad untuk Rusia, panggilan yang berani memberikan kecemerlangannya untuk Manchester City sedangkan gagal mengesankan di tingkat internasional. Namun itu cuma komponen dari ketidakmampuan Low untuk sukses mengintegrasikan generasi talenta selanjutnya. Julian Brandt lebih disukai ketimbang Sane namun pun ia cuma mendapatkan 19 menit di tiga lomba.

Kemenangan di Piala Konfederasi mengisyaratkan bahwa para pemain muda telah siap. Itu ditempuh di bawah kapten Julian Draxler dan tanpa Neuer, Boateng, Hummels, Kroos, Khedira, Muller atau Ozil dalam skuad. Ketiganya dikembalikan ke starting line-up untuk lomba pertama di Piala Dunia ini. Dengan itu, rasa pembaruan itu sirna.

Low mengetahuinya benar-benar telat dan menemukan dirinya mencari jawaban di Rusia. Kesudahannya yakni cuma ada tiga pemain outfield yang mengawali tiap-tiap lomba sebab rasa malu Jerman atas kekayaan berubah menjadi rasa malu belaka. Amat tak mungkin untuk mengatakan bahwa Low mengembangkan talenta yang ada di tangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *